21/03/11
Lebih Mengenal GIS
Pengertian GIS
Sistem Informasi
Geografis adalah suatu teknologi baru yang pada saat ini menjadi alat bantu (tools) yang sangat esensial dalam
menyimpan, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan kembali kondisi-kondisi
alam dengan bantuan data atribut dan spasial (Prahasta 2002). Sedangkan menurut
Chrisman (1997) dalam Prahasta (2002) menyatakan bahwa sistem informasi
geografis adalah sistem yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak,
data, manusia (brainware), organisasi
dan lembaga yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisa dan
menyebarkan informasi-informasi mengenai daerah-daerah di permukaan bumi.
Komponen GIS
Gistut (1994) dalam
Prahasta (2002) menyebutkan bahwa SIG memiliki komponen yang terdiri dari
perangkat keras (hardware), perangkat
lunak (software), data dan informasi
geografi, dan manajemen data. Perangkat keras untuk SIG antara lain adalah
computer, mouse, digitizer, printer, plotter, dan scanner. Perangkat lunak
terdiri dari word processing, sphread (mengolah angka) data, database presentation dan
aplikasi-aplikasi SIG lainnya.
Menurut Jaya (2002) data vektor adalah struktur data yang
berbasis pada sistem koordinat yang umum digunakan untuk menyajikan feature peta. Data raster adalah data
dimana semua obyek disajikan secara sekuensial pada kolom dan baris dalam
bentuk sel-sel atau yang sering dikenal dengan picture element yang selanjutnya
disingkat pixel.
Analisis data GIS
Analisis spasial adalah proses pemodelan, pengujian dan
interpretasi hasil dari model (Jaya 2002). Prahasta (2002) menyebutkan bahwa secara
umum terdapat dua fungsi analisis yaitu fungsi analisis atribut dan analisis
spasial.
a.
Fungsi analisis atribut terdiri dari:
1. Operasi Dasar Sistem Pengelolaan Basis
Data (DBSM)
2. Perluasan operasi basis data
b. Analisis spasial terdiri dari:
1. Klasifikasi yaitu mengklasifikasikan
kembali suatu data spasial (atau atribut) menjadi data spasial yang baru dengan
menggunakan kriteria tertentu
2. Network yaitu fungsi ini merujuk data spasial titik-titik atau garis
sebagai suatu jaringan yang tidak dipisahkan
3. Overlay yaitu fungsi ini menghasilkan data spasial baru dari minimal
dua data spasial yang menjadi masukannya
4. Buffering yaitu fungsi yang akan menghasilkan data spasial baru yang
berbentuk poligon atau zone dengan jarak tertentu dari data spasial masukannya
5. 3D analisis yaitu fungsi ini berhubungan
dengan presentasi data spasial dalam bentuk 3 dimensi
6. Digital emage processing yaitu fungsi ini dimiliki oleh perangkat
SIG yang berbasiskan raster.
SIG menghubungkan sekumpulan unsur-unsur peta dengan
atribut-atributnya didalam satuan-satuan yang disebut layer. Kumpulan layer
akan membentuk basis data SIG (Prahasta 2002). Operasi menggabungkan feature dari dua layer ke dalam layer
baru serta menggabungkan secara relasional tabel atribut feature-nya disebut overlay spasial (Jaya 2002).
Prahasta
(2002) membagi SIG menjadi beberapa subsistem, yaitu:
- Data input yaitu data yang akan diinput ke dalam sistem. Bentuk data tersebut diantaranya tabel, laporan, pengukuran lapang, peta, citra satelit, foto udara dan data digital lain
- Data output yaitu hasil dari pengolahan data dapat berupa peta, tabel, laporan dan informasi digital
- Data manajemen yaitu mengorganisasikan baik data atribut maupun data spasial ke dalam sebuah basis data sehingga mudah untuk diperbaharui atau dikoreksi
- Data manipulasi dan analisis yaitu melakukan manipulasi dan pemodelan data untuk menghasilkan informasi yang diharapkan.
14/02/11
PUISI ALAM (menggelitik hati nurani kehidupan)
Kayu-kayu Patah
Hijau terhampar
Hasilkan udara segar
Tanah gembur penghasil kehidupan
Satwa liar bebas berkeliaran
Tersaji dalam satu kawasan
Terdapat dalam rimba raya penuh petualangan
Kita semua kagum melihatnya
Kita semua ingin memilikinya
Bahkan kita ingin jadi kaya karenanya
Dan alat-alat berat dikerahkan
Dan senjata-senjata tajam digunakan
Dan para tenaga kerja dikerahkan
Deru gergaji meraung dengan ganas
Diiringi kematian sang penunjang kehidupan
Tidak lagi hijau
Tidak lagi subur
Yang ada hanya gersang
Tak ada lagi tempat bernaung
Tak ada lagi udara segar
Tak ada lagi penahan banjir
Semua habis
Semua hilang
-Anonim-
Hasilkan udara segar
Tanah gembur penghasil kehidupan
Satwa liar bebas berkeliaran
Tersaji dalam satu kawasan
Terdapat dalam rimba raya penuh petualangan
Kita semua kagum melihatnya
Kita semua ingin memilikinya
Bahkan kita ingin jadi kaya karenanya
Dan alat-alat berat dikerahkan
Dan senjata-senjata tajam digunakan
Dan para tenaga kerja dikerahkan
Deru gergaji meraung dengan ganas
Diiringi kematian sang penunjang kehidupan
Tidak lagi hijau
Tidak lagi subur
Yang ada hanya gersang
Tak ada lagi tempat bernaung
Tak ada lagi udara segar
Tak ada lagi penahan banjir
Semua habis
Semua hilang
11/11/10
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah kajian mengenai dampak besar dan penting untuk
pengambilan keputusan suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada
lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang
penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan (Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 1999
tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Aspek AMDAL terdiri dari :
- aspek fisik-kimia,
- ekologi,
- sosial-ekonomi,
- sosial-budaya, dan kesehatan masyarakat sebagai pelengkap studi kelayakan suatu rencana usaha dan/atau kegiatan.
Dokumen AMDAL terdiri dari :
- Dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KA-ANDAL)
- Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL)
- Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)
- Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)
Tiga dokumen (ANDAL, RKL dan RPL)
diajukan bersama-sama untuk dinilai oleh Komisi Penilai AMDAL. Hasil penilaian
inilah yang menentukan apakah rencana usaha dan/atau kegiatan tersebut layak
secara lingkungan atau tidak dan apakah perlu direkomendasikan untuk diberi
ijin atau tidak.
- Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah
- Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan
- Memberi masukan untuk penyusunan disain rinci teknis dari rencana usaha dan/atau kegiatan
- Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup
- Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana usaha dan atau kegiatan
Tahapan Prosedur AMDAL terdiri dari :
- Proses penapisan (screening) wajib AMDAL
- Proses pengumuman dan konsultasi masyarakat, Berdasarkan Keputusan Kepala BAPEDAL Nomor 08/2000, pemrakarsa wajib mengumumkan rencana kegiatannya selama waktu yang ditentukan dalam peraturan tersebut, menanggapi masukan yang diberikan, dan kemudian melakukan konsultasi kepada masyarakat terlebih dulu sebelum menyusun KA-ANDAL.
- Penyusunan dan penilaian KA-ANDAL (scoping), Penyusunan KA-ANDAL adalah proses untuk menentukan lingkup permasalahan yang akan dikaji dalam studi ANDAL (proses pelingkupan).
- Penyusunan dan penilaian ANDAL, RKL, dan RPL Proses penapisan atau kerap juga disebut proses seleksi kegiatan wajib AMDAL, yaitu menentukan apakah suatu rencana kegiatan wajib menyusun AMDAL atau tidak.
Proses penilaian KA-ANDAL. Setelah selesai disusun, pemrakarsa mengajukan
dokumen KA-ANDAL kepada Komisi Penilai AMDAL untuk dinilai. Berdasarkan
peraturan, lama waktu maksimal untuk penilaian KA-ANDAL adalah 75 hari di luar
waktu yang dibutuhkan oleh penyusun untuk memperbaiki/menyempurnakan kembali
dokumennya.
Proses penyusunan ANDAL, RKL, dan RPL. Penyusunan ANDAL, RKL, dan RPL
dilakukan dengan mengacu pada KA-ANDAL yang telah disepakati (hasil penilaian
Komisi AMDAL).
Proses penilaian ANDAL, RKL, dan RPL. Setelah selesai disusun, pemrakarsa
mengajukan dokumen ANDAL, RKL dan RPL kepada Komisi Penilai AMDAL untuk
dinilai. Berdasarkan peraturan, lama waktu maksimal untuk penilaian ANDAL, RKL
dan RPL adalah 75 hari di luar waktu yang dibutuhkan oleh penyusun untuk
memperbaiki/menyempurnakan kembali dokumennya.
22/10/10
PENDIDIKAN KONSERVASI
Pendidikan Konservasi adalah sebuah program yang dikemas dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan kepada orang banyak
agar lebih sadar dan lebih perhatian mengenai lingkungan dan
permasalahan serta hubungan timbal baliknya. Tingkat pengetahuan, sikap,
ketrampilan dan motivasi untuk bekerja dan memecahkan masalah saat itu
dan mencegah timbulnya permasalahan yang baru.
Komponen - komponen Penerapan Pendidikan Konservasi :
1. Tujuan dan ruang lingkup materi pendidikan konservasi
2. Pendekatan dan metode
3. Strategi pelaksanaannya
4. Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Pendidikan Konservasi
Salah satu ahli dalam bidang pendidikan konservasi adalah Prof. Dr. E.K.S. Harini Muntasib. Beliau menulis dalam jurnal media konservasi dengan judul "Pendidikan Konservasi di Beberapa Taman Nasional di Indonesia". Beliau menyampaikan bahwa Salah satu fungsi optimal Taman Nasional adalah pendidikan konservasi
atau pendidikan lingkungan dengan tujuan agar masyarakat lebih mengerti
dan memahami tentang sumberdaya alam dan lingkungannya sehingga ikut
merasa memiliki dan melestarikannya. kesimpulannya diantaranya sebagai berikut:
semua taman nasional sudah melaksanakan kegiatan pendidikan konservasi
jenis kegiatan yang dilaksanakan bervariasi
masyarakat menyambut positif dengan adanya kegiatan konsrvasi
pendidikan konservasi mempunyai banyak peluang untuk dikembangkan.
Jurnal lengkap: Download
Langganan:
Postingan (Atom)